Monday, 27 August 2018


MODENA…

Siapa yang tak kenal dengan brand penyedia peralatan elektronik rumah tangga berkualitas tinggi, yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 1981 ini?

Terutama bagi masyarakat modern, Modena bukan lagi sekedar kebutuhan, melainkan juga menjadi bagian dari gaya hidup.

Hal ini tentu tidak terlepas dari visi misi Modena yang selalu ingin menjaga kualitas dalam tiap produk yang ditawarkan, penerapan teknologi dan strategi pemasaran yang mumpuni dan selalu berusaha memberikan kepuasan dalam pelayanan. Sehingga tak heran jika Modena menjadi pilihan utama bagi para konsumen karena mampu memberikan solusi dari kebutuhan perangkat rumah tangga di seluruh Indonesia.

Lebih dari itu, nyatanya Modena terus berupaya menarik perhatian masyarakat dengan berbagai inovasi dan desain produknya yang kreatif. Ya, di jaman now yang semakin dinamis serta persaingan bisnis yang semakin ketat ini, tuntutan tersebut memang tak bisa dihindari.

Namun bukan Modena namanya jika tidak menyambut baik tantangan ini. Dan terbukti, melalui kreasi produknya, Modena dengan bangga me-launch sebuah kulkas memukau di tahun ini bernama Retrofridge alias Retro Refrigerator. Mmm… dari namanya saja sudah unik ya!. Gak pernah kebayang kan, kalau desain retro kekinian diadopsi secara apik sama Modena. Perfecto!

Nah, Anda yang selama ini bingung mencari kulkas yang stylish, Retrofridge adalah jawabannya. Tersedia juga tujuh pilihan warna yang ekspresif, desain body yang aduhai, fitur-fitur canggih seperti electronic control panel, lampu LED, tempered glass shelves, multiflow cooling system, bagasi yang luas, anti jamur, pintu berbahan stainless steel dan kelebihan lainnya yang membuat kulkas keluaran Modena ini terdepan di kelasnya.

Menariknya lagi, Modena juga memiliki program yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh kompetitor lain, yakni menyatukan inovasi produk dengan karya seni yang mengangkat sisi humanis yang tercipta begitu manis.

Yup, jika di tahun sebelumnya Modena berhasil berkolaborasi dengan tiga seniman, Kemal Ezedine, Radi Arwinda, dan Hendra “hehe” Harsono, di tahun 2018 ini Modena kembali menggandeng tiga seniman berbakat indonesia seperti Darbotz, Indra Dodi dan Nauval Abshar.

Alhasil dengan passion dan dengan rata-rata waktu pembuatan sekitar 10 hari, kulkas retrofridge yang semula hanya sebatas lemari pendingin disulap menjadi mahakarya yang mampu mebelalakkan berjuta pasang mata karena tidak hanya artistik, namun juga memiliki makna filosofi yang sangat mendalam.

Jika biasanya Darbotz menjadikan dinding sebagai luapan ekspresi ataupun bentuk protes terhadap situasi dan kondisi sosial politik di Indonesia, kali ini dengan pemikiran yang sederhana, ia mencoba menyampaikan pesan melalui hasil karyanya yang berjudul “Subconcious”.  Secara tersirat, seniman yang terkenal akan karya muralnya ini seolah ingin menegaskan bahwa ide bisa datang dan berawal dari mana saja. Selain itu, nyatanya pikiran yang tidak sepenuhnya sadar mampu mempengaruhi tindakan dan perasaan seseorang. Sama halnya ketika ia melukis, tanpa sadar memilih tempat, menentukan warna dan melakukan apapun yang ia inginkan. Dari pemikirannya tersebut akhirnya tercetus sebuah perumpamaan yang berhubungan dengan kulkas. Dimana ketika seseorang haus atau lapar maka akan membuka kulkas dan menikmati segala makanan atau minuman yang tersisa di dalam kulkas.

Berbeda dengan karya seniman alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogya, Indra Dodi.  Melalui pengalaman hidup dan daya imajinasinya, ia melukis sesosok tinggi besar yang dianggap memiliki andil dan kekuatan dalam mempengaruhi orang lain, yang ia beri nama “The Big Man Story”. Sedangkan wajah-wajah lain yang memenuhi lukisan Dodi menggambarkan karakter fisik dan sikap seseorang.

Hampir sama dengan Indra Dodi, seniman muda bernama Naufal Abshar, juga memiliki sosok yang mengingatkan dia pada masa kecil. Melalui karya ilustrasi yang ia beri nama “Timeless Robot” ia ingin menunjukkan bahwa betapa pentingnya waktu sehingga mampu mempengaruhi perkembangan manusia. Selain itu, ia juga mengumpamakan hasil karyanya sebagai kotak mainan retro yang tetap eksis mewakili imajinasi, ekspresi dan identitas.   

Satu kata dari mahakarya mereka, kereen!. 

Modena pun tak ingin menikmati kebahagiaannya sendiri. Karya emas sang masterpiece kemudian dilelang yang hasilnya disumbangkan ke rumah sakit terapung atau floating hospital melalui doctorSHARE foundation. Dimana disana terdapat dokter-dokter hebat berhati mulia yang rela dan iklhas memberikan pelayanan medis ke pelosok daerah di indonesia dengan menyebrangi lautan menaiki kapal laut yang disulap menjadi rumah sakit. Sehingga diharapkan dengan hasil lelang yang terkumpul sebesar Rp. 120 juta akan membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis meski terkendala geografis dan finansial bisa tersentuh dan terbantu. Ya, bisa dibilang inilah beramal antimainstream versi Modena. So inspirating!

Jadi, kalau boleh menambahkan moto Modena saat ini, Modena is more than smart living, but inspirating and caring too. Good luck Modena, we proud of you!



Febri Setiawan

27 Agustus 2018