MODENA…
Siapa yang tak
kenal dengan brand penyedia peralatan
elektronik rumah tangga berkualitas tinggi, yang telah hadir di Indonesia sejak
tahun 1981 ini?
Terutama bagi
masyarakat modern, Modena bukan lagi sekedar kebutuhan, melainkan juga menjadi
bagian dari gaya hidup.
Hal ini tentu tidak
terlepas dari visi misi Modena yang selalu ingin menjaga kualitas dalam tiap
produk yang ditawarkan, penerapan teknologi dan strategi pemasaran yang mumpuni
dan selalu berusaha memberikan kepuasan dalam pelayanan. Sehingga tak heran
jika Modena menjadi pilihan utama bagi para konsumen karena mampu memberikan
solusi dari kebutuhan perangkat rumah tangga di seluruh Indonesia.
Lebih dari itu,
nyatanya Modena terus berupaya menarik perhatian masyarakat dengan berbagai
inovasi dan desain produknya yang kreatif. Ya, di jaman now yang semakin dinamis serta persaingan bisnis yang semakin ketat
ini, tuntutan tersebut memang tak bisa dihindari.
Namun bukan Modena
namanya jika tidak menyambut baik tantangan ini. Dan terbukti, melalui kreasi
produknya, Modena dengan bangga me-launch
sebuah kulkas memukau di tahun ini bernama Retrofridge alias Retro
Refrigerator. Mmm… dari namanya saja sudah unik ya!. Gak pernah kebayang kan,
kalau desain retro kekinian diadopsi secara apik sama Modena. Perfecto!
Nah, Anda yang
selama ini bingung mencari kulkas yang stylish,
Retrofridge adalah jawabannya. Tersedia juga tujuh pilihan warna yang
ekspresif, desain body yang aduhai,
fitur-fitur canggih seperti electronic
control panel, lampu LED, tempered glass
shelves, multiflow cooling system,
bagasi yang luas, anti jamur, pintu berbahan stainless steel dan kelebihan lainnya yang membuat kulkas keluaran
Modena ini terdepan di kelasnya.
Menariknya lagi,
Modena juga memiliki program yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh
kompetitor lain, yakni menyatukan inovasi produk dengan karya seni yang
mengangkat sisi humanis yang tercipta begitu manis.
Yup, jika di tahun
sebelumnya Modena berhasil berkolaborasi dengan tiga seniman, Kemal Ezedine, Radi
Arwinda, dan Hendra “hehe” Harsono, di tahun 2018 ini Modena kembali
menggandeng tiga seniman berbakat indonesia seperti Darbotz, Indra Dodi dan Nauval
Abshar.
Alhasil dengan
passion dan dengan rata-rata waktu pembuatan sekitar 10 hari, kulkas
retrofridge yang semula hanya sebatas lemari pendingin disulap menjadi
mahakarya yang mampu mebelalakkan berjuta pasang mata karena tidak hanya
artistik, namun juga memiliki makna filosofi yang sangat mendalam.
Jika biasanya Darbotz
menjadikan dinding sebagai luapan ekspresi ataupun bentuk protes terhadap
situasi dan kondisi sosial politik di Indonesia, kali ini dengan pemikiran yang
sederhana, ia mencoba menyampaikan pesan melalui hasil karyanya yang berjudul “Subconcious”. Secara tersirat, seniman yang terkenal akan
karya muralnya ini seolah ingin menegaskan bahwa ide bisa datang dan berawal
dari mana saja. Selain itu, nyatanya pikiran yang tidak sepenuhnya sadar mampu
mempengaruhi tindakan dan perasaan seseorang. Sama halnya ketika ia melukis,
tanpa sadar memilih tempat, menentukan warna dan melakukan apapun yang ia
inginkan. Dari pemikirannya tersebut akhirnya tercetus sebuah perumpamaan yang
berhubungan dengan kulkas. Dimana ketika seseorang haus atau lapar maka akan
membuka kulkas dan menikmati segala makanan atau minuman yang tersisa di dalam
kulkas.
Berbeda dengan
karya seniman alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogya, Indra Dodi. Melalui pengalaman hidup dan daya
imajinasinya, ia melukis sesosok tinggi besar yang dianggap memiliki andil dan
kekuatan dalam mempengaruhi orang lain, yang ia beri nama “The Big Man Story”.
Sedangkan wajah-wajah lain yang memenuhi lukisan Dodi menggambarkan karakter
fisik dan sikap seseorang.
Hampir sama dengan Indra
Dodi, seniman muda bernama Naufal Abshar, juga memiliki sosok yang mengingatkan
dia pada masa kecil. Melalui karya ilustrasi yang ia beri nama “Timeless
Robot” ia ingin menunjukkan bahwa betapa pentingnya waktu sehingga
mampu mempengaruhi perkembangan manusia. Selain itu, ia juga mengumpamakan
hasil karyanya sebagai kotak mainan retro yang tetap eksis mewakili imajinasi,
ekspresi dan identitas.
Satu kata dari
mahakarya mereka, kereen!.
Modena pun tak
ingin menikmati kebahagiaannya sendiri. Karya emas sang masterpiece kemudian
dilelang yang hasilnya disumbangkan ke rumah sakit terapung atau floating hospital melalui doctorSHARE foundation. Dimana disana terdapat dokter-dokter hebat berhati
mulia yang rela dan iklhas memberikan pelayanan medis ke pelosok daerah di
indonesia dengan menyebrangi lautan menaiki kapal laut yang disulap menjadi
rumah sakit. Sehingga diharapkan dengan hasil lelang yang terkumpul sebesar Rp.
120 juta akan membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis meski
terkendala geografis dan finansial bisa tersentuh dan terbantu. Ya, bisa
dibilang inilah beramal antimainstream versi Modena. So inspirating!
Jadi, kalau boleh
menambahkan moto Modena saat ini, Modena is
more than smart living, but inspirating and caring too. Good luck Modena, we
proud of you!
Febri Setiawan
27 Agustus 2018